Riverside Racer Analog Motorcycle

Riverside Racer Analog Motorcycle

Tony Purst modifikator dari Analog Motorcycles telah membuat gebrakan baru pada Wards Riverside tahun 1966, ini menjadi terobosan baru juga brads,… Motor ini merupakan perkawinan antara Chicago Montgomery Ward dan Benelli sepeda motor yang berasal  dari Italia. Sejak tahun 1959-1969 adalah Montgomery Ward dan kini sudah tidak beroperasi lagi. Di bawah nama merek “Wards Riverside,” motor kemudian dilabel ulang dan disuplai oleh Benelli. Ohh gitu toh…

Tony Prust mulai mengobrak-abriknya pada sektor depan, suspensi dan kaki-kakinya. Kemudian EBR, pada bagian belakang menggunakan shock yang sedikit lebih tinggi, serta memasang kembali tabung untuk roda berbahan aluminium. Makin manis dipadu dengan jari-jari stainless serta ban balap Sava MC11 Moped, ciamik brooo. Pada sektor mesin mengalami restorasi dan sedikit dipoles, untuk menambah performa mesin dipasanglah filter udara K & N fungsinya menggantikan NOS Dell’Orto carb.

Nah, pada tangki motor ini ternyata Tony melapisi dari bahan keramik. Pada subframe bagian belakang juga sudah kena modifikasi. Pada ekor yang mirip tawon ini dibumbui lampu belakang LED, moncerr nyalanya deh.

Bicara soal warna, Tony melakukan pengecatan ulang dengan kombinasi warna yang kalem pada body dan mencolok pada kaki-kaki terutama pelek dan tromol berwarna orange. Sisi detail striping dilakukan oleh Brando, dan cat oleh Kiel di Crown Auto Body. Jok yang berlapis kain dikerjakan Designs Rod. Mantabh surantabhhh nihh broo…

Source data from : Bike EXIF

Honda GL100 Purwokerto Cafe Racer Replika Diecast Honda RC166

Honda GL100 Purwokerto Cafe Racer Replika Diecast Honda RC166

Akbar memang demen tampilan balap ala jaman dulu. Tak heran pilihan modifikasinya pun beraliran balap jadul. Yupz, caferacer jadi incaran gaya modif untuk Honda GL100 miliknya. Walaupun bergaya jadul, rujukan konsepnya tidak main-main.

“Konsep dasar motor ini dari diecast Honda RC166. Simple dan klasik khas motor balap jadul,” cuap Akbar owner yang asli dari Tangerang ini.

Soal pengerjaan, tidak mau naggung. Dipasrahkan langsung ke ahli tekuk pelat yakni Yogi Prastowo dari Purbalingga. Bani/Otomotifmax.com

Bodi
Desain bodi tidak menggunakan fiberglass, melainkan berbahan pelat. “Fairing, tangki, hornet kustom dari pelat galvanis 0,9 mm. Sengaja pakai plat, karena memang spesialisasi kami,” ungkap Yogi Kampleng nama beken builder dari Anak Mami Kustom (AMK) ini.

Mesin
Dapur pacunya standar korek harian. Supaya imbang sama tampang yang kental dengan konsep replika motor balap jadul. “Jeroan mesin sudah full dari Honda tiger. Biar gak malu-maluin kalau diajak riding,” cuap Akbar yang demen diecast ini.

Kaki-kaki
Berbekal pelek 18 inci dan lingar roda merek Avon Venom dan Corsa, makin menambah kesan jadul motor berkelir merah ini. “Pemakaian ring 18 ini agar motor terlihat lebih besar dan sedikit tinggi, ” ungkap Akbar.

Data modifikasi :
Ban blkg : Avon Venom-X 130/70-18, Ban dpn : Corsa SSO9 3,00-18, Sok dpn : Honda Tiger, Sok blkg : Honda CB100, Speedometer : Honda CB100, Filter karbu : KTC, Setang jepit : NUI, Footstep: NUI, Knalpot : AMK, Bodi set : Pelat 0,9 mm AMK (Anak Mami Kustom), Purbalingga

Modifikator : AMK (Anak Mami Kustom), Ds. Gembong RT. 11/06, Kec. Bojongsari Purbalingga. Telp. 081903111083

Honda GL 100 Mini Choper Yang Bikin Si Kendil Hampir Bunuh Diri

Honda GL 100 Mini Choper Yang Bikin Si Kendil Hampir Bunuh Diri

Katanya, jatuh cinta berjuta rasanya. Demikian pula ketika merasakan putus cinta. Sejuta perasaan tak bisa diungkapkan oleh kata-kata. Inginnya bunuh diri. Kesal, sedih hingga kecewa menjadi satu. Tak jarang tingkah negatif mengiringi kesedihan ketika putus cinta.

Untungnya Rafael Ega Gilchrist berpikir positif. “Putus cinta itu bikin semua nggak enak. Kalau dibiarkan begitu saja, malah memunculkan citra buruk. Harus segera tergantikan oleh pemikiran baru,” sahutnya. Mantap.

Akhirnya pelampiasan diarahkan pada motor kesayangan. “Mending emosi diarahkan pada hal positif. Biar hobi juga tetap jalan,” ungkap Ega.

Korban pelampiasan pun diarahkan kepada Honda GL100. Bentuknya dirombak habis-habisan tak bersisa. “Berganti ke gaya chopper,” sahut Ega, yang menjuluki motornya dengan sebutan Kendil.

Memang terdengar lazim. Namun, “Paling penting adalah memperhitungkan keserasiannya.”So, hasil putus cinta membuahkan sebuah mini chopper yang terlihat proporsional. Yang penting gak jadi bunuh diri. Bani/Otomoifmax.com

Data Modifikasi:

Rangka : Endi Knalpot Purbalingga, Bodi : Endi Knalpot,  Purbalingga, Pelek : DID 1.60 x 18 inci (dpn); 2.15 x 18 inci (blkg), Ban dpn : IRC NF2 2.50-18, Ban blkg : Mizzle Power Thread 2.75-18, Teromol dpn : Honda GL series, Teromol blkg : Kawasaki KLX150, Knalpot : Endi Knalpot Purbalingga, Lampu : Custom

Bengkel mesin : Rakha Motor, Jl. SMP 5, Karangklesem, Purwokerto, Telp. 085292784228

Workshop : Endi Knalpot Purbalingga,  Tugu Knalpot, PurbalinggaTelp. 085740636396