Indonesian Scooter Festival, Bakal Jadi Hajatan Vespa Terbesar Di Indonesia

Indonesian Scooter Festival, Bakal Jadi Hajatan Vespa Terbesar Di Indonesia

Hmmm,… ini nih event skuter terbesar di Indonesia yang sudah dinanti-nanti oleh skuteris senusantara. Kabarnya skuter-skuter langka bakalan nongol juga di gelaran ini. ISF sudah mendapatkan dukungan penuh dari club-club skuter Jogja dan seluruh Indonesia, muantabhhh vrohh. Selain itu event ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata DIY dan telah mendapatkan izin dari Kapolda Jogjakarta.

Berikut konten acaranya, mulai dari Classic Contest, Scooter Classic Contest, Scooter Bajaj Contest, Dyno Test, Scooter Moderen Contest (Vespa-Lambretta), Scooter Classic Show, Photography Contest, Sexy Dancer, Lady’s Scooter Wash, Handsome Corner, Helm Paint Art Contest

Untuk informasi lebih lanjut tentang Indonesian Scooter Festival ikuti terus media sosial mereka di Instagram @indonesiascooterfest, Whatsapp 08783981976, Facebook Jogyakarta Skuter Fest dan Email indoscooterfest@gmail.com …. cekidot vrohh,…

Ada Juri Khusus Kelas JAPAN RETRO di KUSTOMFEST 2017

Ada Juri Khusus Kelas JAPAN RETRO di KUSTOMFEST 2017

Banyak hal menarik dan pantang untuk dilewatkan khususnya bagi kustom & retro enthusiast di Kustomfest 2017 : No Boundaries nanti dan salah satu nya ada di kelas Japan Retro. Di Kustomfest 2017, kelas Japan Retro akan kedatangan juri khusus dari Malaysia yaitu Alie Kuoppa. Bagi yang belum tahu, beliau adalah Direktur salah satu event retro terbesar di Asia Tenggara, Retro Havoc. Disamping menjadi direktur Retro Havoc, Alie juga founder dan owner dari Atara Racing, velg bikinan asia yang kini mendunia dan dipakai builder-builder dunia.

“Beliau akan menyempatkan waktu untuk datang ke Kustomfest 2017. Pemilik, penikmat mobil retro silahkan datang agar bisa ketemu secara langsung. Silahkan ngobrol, sharing dengan dia karena beliau kini banyak membangun mobil retro di Malaysia,” ungkap Direktur Kustomfest, Lulut wahyudi. Kategori Pedal Car juga mulai dikonteskan di Kustomfest 2017, setelah di tahun sebelumnya hanya bersifat show dan eksebisi.

Kustomfest adalah sebuah event kompetisi motor kustom dan pameran kustom terbesar di Indonesia, kolaborasi pertunjukan dari berbagai jenis karya kustom Indonesia antara lain : Motor Kustom, Mobil Hot Rod, Sepeda, Seni dan Budaya, Entertainment , Vendor Booth dan sebagainya . Kustomfest juga memuat beragam kompetisi dan festival kustom dalam satu rangkaian event.

Kustomfest Diselenggarakan sebagai acara tahunan disetiap minggu pertama bulan Oktober di Jogjakarta-Indonesia, kota yang terkenal dengan kekayaan budaya dan peninggalan sejarah. Dan Kustomfest seau mengundang dan melibatkan seluruh komunitas motor kustom Indonesia dan pelaku industri kustom internasional, menampilkan karya kustom terbaik sebagai refleksi kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Jangan lewatkan dan menjadi saksi event Kustom Kultur terbesar di Indonesia, Kustomfest 2017 “No Boundaries”, 7-8 Oktober 2017 di JEC Jogjakarta, Indonesia. Kustomfest

Pecahhh, Lebih Dari 13.000 Pecinta Custom Culture Hadir Di Suryanation Motorland Borneo

Pecahhh, Lebih Dari 13.000 Pecinta Custom Culture Hadir Di Suryanation Motorland Borneo

Setelah sukses hadirkan ribuan pengunjung di kota-kota sebelumnya. Event perdana Suryanation Motorland di Tanah Borneo, tepatnya Banjarmasin berhasil menghibur lebih dari 13.000 pecinta otomotif roda dua dengan berbagai rangkaian acara yang menarik bertemakan Custom Culture 2017. Seluruh pengunjung acara tampak menikmati bermacam aktivitas yang disajikan, seperti custom bike competition, rolling thunder, games, artwork performance dan juga booth-booth apparel khas dunia custom di Lapangan Murjani, Banjarbaru, Banjarmasin, pada (26/8) lalu.

“Antusiasme para pecinta custom culture di Banjarmasin sangat luar biasa, kami sangat takjub karena jumlah peserta custom bike competition ini melebihi jumlah peserta dari kota-kota sebelumnya. Hal ini dikarenakan baru pertama kalinya ada sebuah custom bike competition dengan skala nasional hadir di disini. Bahkan jumlah pengunjung yang hadir pun melebihi ekspektasi kami,” ujar Ari Kusumo Wibowo, Brand Manager Surya.

Acara yang diadakan di Lapangan Murjani Banjarbaru, Banjarmasin ini menarik minat peserta custom bike contest yang haus akan gelaran event seperti ini. Sebanyak 138 peserta turut serta dalam event tahunan ini diantaranya dari kota Balikpapan, Samarinda dan kota lainnya di Kalimantan Timur.

Motor Honda Tiger dengan konsep Scrambler Tracker milik Bayu Setia Wibawa sukses terpilih menjadi Best of The Best Banjarmasin dan berhak untuk tampil di acara Big Bang Suryanation Motorland yang akan diselenggarakan di Surabaya pada tanggal 11-12 November mendatang.

“Saya senang sekali bisa menjadi pemenang Best of The Best di Banjarmasin sampai tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Karena saya melihat motor-motor lain yang ada sangat bagus dan menjadi saingan berat,” ucap Bayu.

“Untuk persiapan tampil di Surabaya nanti saya akan mengikuti saran-saran yang diberikan oleh para juri sehingga motorku siap untuk bersaing dengan pemenang dari kota-kota sebelumnya,” tambah Bayu.

Menanggapi antusiasme yang ada di  seri kelima ini, juri-juri custom bike, Lulut Wahyudi (Retro Classic Cycles) dan Tommy Dwi Djatmiko (Mastom Custom Jakarta) kompak menyebutkan kualitas motor peserta yang ikut tidak kalah dengan motor-motor yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera. “Di kota ini, kami tim juri sampai harus berdiskusi dengan alot dan memutuskan motor garapan Bayu sebagai motor Best of The Best karena kami melihat detail dari motor tersebut sangat rapi,” sambung juri lainnya, Bimo Hendrawan dari Bimo Custombike.

Pengunjung yang hadir juga dapat menyaksikan kehadiran iconic bike kedua berbasis Moto Guzzi V7 II Stone yang diberi nama “Mario Basette” dan dikerjakan bersama oleh tim “Gowa Mataram”, Hendra Ardiansyah pemenang Suryanation Motorland Makassar dan Onny Widiyayana pemenang Suryanation Motorland Semarang bersama dengan mentor Tommy Dwi Djatmiko (Mastomcustom Jakarta).

Berbagai aktivitas di Suryanation Motorland dipenuhi oleh pengunjung yang tampak antusias melihat suguhan hiburan seperti freestyle competition dan juga pertunjukan live art performance dari beberapa official artworker, Wawan Junx, Wisnu Customizer, Cetul Leather Art, dan Anneke Fitrianti Petrichor Tattoo. Booth official tenant juga dipenuhi oleh para pengunjung yang ingin membeli apparel khas custom culture, seperti Wayout, Fourspeed Metalwerks, Trooper Helmet dan Kickstart Apparel. Di akhir acara, pengunjung yang memadati Lap Murjani tampak menikmati dan sesekali mengikuti alunan musik dari BIP.

Kemeriahan Event Suryanation Motorland akan berlanjut ke kota Makassar pada tanggal 23 September 2017 mendatang. Omax 

BURNOUT Ke-3 Sukses, 7.000 Pecinta Custom Culture Hadir di Solo Bro !

BURNOUT Ke-3 Sukses, 7.000 Pecinta Custom Culture Hadir di Solo Bro !

Acara Traditional Festival Custom Culture khas Solo Raya, BURNOUT 2017 edisi ke-3 “Hadiningroad Culture” telah sukses diselenggarakan, pada (9/9) lalu. Bertempat di Halaman The Park Mall, Solo, Jawa Tengah. Sebanyak 7.000 pecinta custom culture di Solo tampak hadir mengikuti acara yang diselenggarakan dari pagi hingga menjelang tengah malam. Pengunjung yang datang tampak puas menikmati berbagai acara yang ada seperti custom bike display, classic car display, pin up contest dan juga aksi Tong Stand.

“Pengunjung yang datang tahun ini diluar ekspektasi kami karena tidak hanya datang dari Solo Raya tetapi juga kota-kota lainnya. Bahkan beberapa pengunjung juga datang dari kota-kota yang ada di Timur dan Barat kota Solo,” jelas Eko Sutanto, PIC acara BURNOUT 3. Ia menambahkan ada juga anggota komunitas yang melakukan riding dari Jakarta dan Bali menuju Solo untuk menghadiri acara BURNOUT.

Halaman The Park Mall dipenuhi oleh berbagai motor custom dan juga mobil-mobil klasik yang berjejer di area lokasi acara. Dari pagi pengunjung tampak memenuhi beberapa area acara, seperti area custom meet up, area art performance, area community meet up, pin up photo session, city rolling bersama komunitas dan juga acara “mini meet up” yang sukses menghadirkan beberapa varian motor kecil seperti Monkey Gorilla dan ST 50 Minicompo.

Acara BURNOUT kali ini juga dihadiri oleh beberapa workshop dari kota lain seperti Flying Piston Garage (Bandung), Queen Lekha Choppers (Yogyakarta), Retro Classic Cycle (Yogyakarta), Ape Custom, Glinding Customcycle (Cirebon), Rocket Fantasy Garage (Sidoarjo), Tjap Macan dan juga Kustomfest (Yogyakarta), BBQ Ride (Bandung), Hotrodiningrat (Yogyakarta), dan Customland (Surabaya).

Di area hiburan, pengunjung juga menikmati music dari band-band lokal kota Solo, berbagai stand makanan di area foodtruck dan juga berbelanja di area swap & meet market. Tidak hanya itu, pengunjung juga memadati area booth apparel yang diisi oleh Rich Richie Garage, Trooper Custom Helmet, Gendon Clubhouse, Retro GF Pomade, Bulls Syndicate dan brand-brand lain.

Atraksi Tong Stand yang baru dihadirkan pada edisi BURNOUT ketiga ini juga banyak menarik perhatian pengunjung. Aksi joki di dalam Tong Stand mengundang decak kagum dan juga gelak tawa pengunjung yang melihat salah satu rider beraksi menggunakan baju adat khas Jawa. Bahkan tidak sedikit juga pengunjung yang penasaran ingin mencoba untuk mengendarai motor custom di dalam Tong Stand.

Beberapa booth seperti milik Adira Finance juga menarik perhatian pengunjung yang ingin membeli motor baru dengan menghadirkan program trade in. Booth milik Suryanation juga selalu dipenuhi oleh pengunjung dan anak-anak komunitas yang ingin mengikuti berbagai games menarik. Area special test ride milik Royal Enfield juga sangat diminati oleh pengunjung yang ingin mencoba tipe seperti Bullet 350 dan Classic 500.

Beberapa live performance juga diberikan oleh beberapa artis pinstrip yang hadir seperti Milliart Said, Uthy, Danny Hacka, Flyingfast Paintwork dan Loserkill Paintwork. Sesuai tradisi acara puncak dari acara BURNOUT ini adalah hadirnya atraksi puncak “BURNOUT TIME”. Kali ini atraksi “BURNOUT TIME” menggunakan mobil Holden Premier yang melakukan aksi membakar habis ban bersama dengan motor custom Triumph T120. Atraksi ini menimbulkan asap pekat dan bau karet sehingga mendapat sambutan riuh dan tepuk tangan yang meriah dari pengunjung yang hadir.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pengunjung, teman-teman komunitas, sponsor dan juga seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya event ini dan berharap event BURNOUT ini bisa dijadikan salah satu agenda bagi teman-teman pecinta custom culture untuk berkunjung ke kota Solo,” tutup Eko. Tim Omax